Oleh: utaridewi | Mei 17, 2008

Ibu Mertua

Masih dengan nafas ‘menggeh-menggeh’ sepulang dari sekolah pagi ini, kubuka Y!M-ku untuk menyapa teman dan sahabat yang siapa tahu online pagi itu. Beberapa menit menunggu sang pacar, hmm….katanya mau ngajak ngobrol eh yang bersangkutan malah sudah cabut. Kuputuskan ber-say hello dengan sahabat.

Kata-kata pertama menjawab saying helloku adalah: “Aku bete dari pagi tadi…..masalah keluarga yang berawal dari hal-hal kecil…!!!” Bisa ditebak, mengalirlah cerita-cerita ke-bete-an dia yang sebenarnya berawal dari cara pola asuh yang berbeda antara dia dan sang suami. Intinya, saudara-saudara……dia agak protes dengan intervensi mertua mengenai cara dia dan sang suami membiasakan anak mereka.

Dengan (sok) bijak aku pun mulai berkomentar. “Itu hal biasa terjadi meski aku belum mengalaminya, teman. Maka tidak heran ada anekdot dengan pertanyaan seperti ini: Siapakah wanita paling berbahagia di muka bumi ini sepanjang abad ? dan jawabnya adalah HAWA karena dia tidak punya ibu mertua! “

Lalu kami pun tertawa terbahak-bahak…tentu dengan menunjukkan emoticon saja, namanya juga chatting dengan Y!M. “Ya….ya….betul sekali. Untungnya suamiku lebih banyak membela aku karena dia punya banyak referensi pengasuhan anak.

Di akhir perbincangan kami tiba-tiba terlintas dalam pikiran untuk bertanya kepada kekasihku, dan hampir saja aku menuliskan ‘obat’ untuk sang kekasih. ” Ibumu tipe yang bagaimana, sayang ?” Tapi ah, aku urungkan niatku. Terlalu dini menanyakannya. Lagian aku kan masih dalam rangka bete karena tidak jadi chatting hari ini ???

(Tempel, 17 Mei, mau siang)


Beri tanggapan

Your response:

Kategori