Malam Natal yang kesekian kalinya kulalui, dengan berbagai pesan singkat masuk dalam handphoneku. Aku cukup malas menjawabnya satu per satu. Dari tadi siang hingga malam larut pun selalu ada saja yang masuk dan mengucapkan Selamat Natal. Dari yang bahasa Indonesia, Jawa, sampe bahasa asing (mudah-mudahan tidak ada yang mengirim dengan bahasa alien yang tak kumengerti).
Jauh di lubuk hatiku, aku rindu menyapa orang-orang yang pernah kutemui di daerah pedalaman. Apakabar saudara-saudaraku di Desa Umatoos, Desa Fafoe, Desa Wangga Weyenggu, Desa Oeuban, Desa Kualeu, Desa Tanam Banas, di Desa Syukur dan desa-desa lainnya di NTT ? Apakabar saudara-saudaraku di Desa Holkima, Desa Algonik, Ilu, munak di Papua? Apa kabar saudara-saudaraku di desa Fatukoko, desa Asumanu, dan desa-desa lain di Timor Leste? Bagaimana Natal kalian tahun ini?

Barangkali tidak ada pesta kembang api di tempat kalian. Barangkali kalian hanya menikmati ubi bakar batu, sofi, babi yang diambil dari kandang sendiri. Sungguh aku rindu pada kalian, ingin rasanya menghayati Natal bersama-sama dengan kalian, dengan segala kesederhanaan dan antusiasme kalian yang selalu riang menyambut tamu. Tamu sejati kalian saat ini adalah Tuhan Yesus sendiri, mudah-mudahan kalian mengerti itu. Kandang tempat Ia lahir adalah hati nurani kalian, sama-sama sederhananya tetapi Tuhan lebih suka berdiam di tempat sederhana.
Aku malas melewati Natal di tempat-tempat mewah, tidak ada hal yang baru, saudaraku. Tempat-tempat yang penuh dengan seremoni garing. Aku ingin melewati Natal bersama kalian di tengah kehangatan antusiasme kalian. Mudah-mudahan pesta sofi kalian kali ini tiada makan korban. Jangan ada korban di malam Natal agar semua berbahagia, agar semua merasakan damai sejahtera.
00.00 WIB, pasti sudah tanggal 25 Desember di tempat kalian. Selamat Natal, saudaraku di Papua dan NTT. Hatiku tertuju pada kalian, pada suka duka kalian. Doakan agar impian kita bersama berhasil, segala jerih payah kita untuk mengusahakan kesejahteraan hidup dikabulkan oleh Bayi Suci itu.
Aku masih mempunyai mimpi yang lain, untuk hidupku, mimpi untuk bertemu seseorang yang hendak menemani aku. Kalau kalian tidak keberatan, aku pun memohon doa dari kalian…..
(25 December 2008, Tempel)