(Membisikkan Harapan, Menawarkan Cinta)
Bila sebagian besar orang muda di kota saya hari ini merayakan Valentine Day (terjemahan bebas dalam bahasa Indonesia: Hari Kasih Sayang) dengan makan malam atau jalan-jalan dengan pasangannya, maka saya lebih memilih menikmatinya dengan keluarga yang sangat saya sayangi. Menarik juga mendengarkan celotehan keponakan-keponakan saya yang lucu-lucu, dari menanyakan mengapa harus lewat permen atau makanan coklat untuk menyatakan cinta, hingga apa itu valentine. Saya termasuk orang yang cukup disibukkan untuk menjawab berbagai pertanyaan mereka, pun saya harus tersenyum menjawab pertanyaan mereka mengapa saya masih sorangan wae, alias single.
Lelah menjawab pertanyaan mereka, saya mulai menyibukkan diri menulis dan mengirimkan pesan singkat kepada teman-teman saya. Maksud saya hanya simple saja, mengingatkan bahwa kasih sayang tidak hanya untuk pasangan saja, tetapi bagi semua orang yang membutuhkan tangan cinta kita. Kita diciptakan memiliki tangan dan hati untuk menebarkan cinta, dalam bentuk pertolongan, topangan, dan dorongan bagi mereka yang putus harapan. Tangan kita diciptakan untuk memeluk dan menyentuh bagi mereka yang haus akan kasih sayang. Setiap hari, dan setiap saat.
Putus harapan? Ya, kita diberikan tangan untuk berbagi kasih bagi orang yang putus harapan. Sangat mudah menemukan orang yang mengalami keputusasaan…atau menipis harapannya tetapi cukup sulit menemukan orang yang masih optimis di tengah kesulitan saat ini. Seorang teman membalas sms saya dan menceritakan bagaimana kondisi hatinya saat ini, di tengah menipisnya harapan dia untuk meraih apa yang ia inginkan. Well, saya hanya bisa menghibur hatinya dengan mengatakan wajar bahwa kita mudah kehilangan harapan tetapi bukan berarti berhenti berharap bahwa suatu saat kita akan mendapatkan yang lebih baik. Jujur saja, beberapa hari belakangan saya pun mengalaminya, ketika apa yang saya inginkan dan butuhkan ternyata meleset jauh sejauh-jauhnya.
Bagaimanapun saya selalu diingatkan pada kata-kata bijak ini:
Manusia mampu bertahan hidup tanpa makan selama 40 hari penuh,
tanpa minum selama satu minggu,
menahan nafas selama 40 menit.
Tetapi manusia tidak bisa bertahan hidup sedetik pun
tanpa harapan.
Siapa yang bisa membuktikan bahwa tanpa harapan kita bisa bertahan hidup atau setidaknya menikmati hidup? Hampir tidak ada. Barangkali ia masih bisa bernafas, masih bisa berjalan, masih bisa melakukan aktifitas hidup lainnya. Tetapi bila itu dilakukan tanpa harapan, masih bisakah memberikan makna setidaknya bagi dirinya sendiri? Saudara, saya pernah menjalankan hidup tanpa harapan beberapa tahun lalu dan hasilnya hidup saya seperti robot, sangat mekanistik dan ada ruang hampa di dalam hati saya. Kata-kata bijak ini mengingatkan saya untuk tidak berhenti berharap, meski saya juga harus realistic dan tetap menawarkan cinta bagi saya sendiri dan orang-orang di sekitar saya.
Setidaknya saya harus mencintai saya apa adanya dan menaruh harapan pada hidup saya sendiri sebelum saya mencintai dan menaruh harapan pada orang lain. Itu pula yang diajarkan Tuhan pada saya: kasihilah sesamamu manusia seperti mengasihi dirimu sendiri. Jadi, sebelum kita mampu mengasihi orang lain dan berharap pada orang lain, maka hal pertama yang dilakukan adalah mengasihi, menerima dan memahami diri sendiri. Setelah mampu menerima diri kita apa adanya dengan segala harapan-harapan kita pada diri kita sendiri, barulah kita sediakan tangan kita untuk mengasihi dan memberikan harapan bagi orang-orang yang kita kasihi.
Hmmm…..barangkali itulah makna hari kasih sayang ini bagi saya. Membisikkan harapan, menawarkan cinta pada diri sendiri, orang-orang di sekitar kita, dan alam kita. Namun di atas semua itu, terutama membisikkan harapan bahwa Tuhan mendengarkan apa yang saya butuhkan saat ini. Selamat hari kasih sayang, selamat melanjutkan harapan anda.
(tempel, 14 Februari 2009).
Terimakasih buat seorang teman yang telah memberikan inspirasi menulis ini.
lihat blogku ya, dgn artikel ekspektasi berlebihan terhadap sesuatu…
thnks
Oleh: andreanosb on Februari 16, 2009
at 5:12 am